Selasa, 19 November 2013

sejarah rokok


SEJARAH ROKOK KRETEK
Rokok kretek berasal dari penemuan Haji Djamari di akhir abad ke-19. Pada saat itu Djamari mengalami sakit di dadanya, lalu dia mengoleskan minyak cengkeh di dadanya. Haji Djamari kemudian berpikir untuk melakukan eksperimen dengan membuat cengkeh menjadi rokok, dengan eksperimennya yang berhasil itu, semakin banyak orang yang mengetahui bahwa rokok cengkeh Djamari dapat mengobati penyakit, sehinga semakin banyak juga orang yang memesan rokok buatan Djamari tersebut. Kata rokok kretek sendiri bersal karena bunyi cengkeh yang terbakar berbunyi keretek .

AWAL PERDANGAN ROKOK KRETEK
Nitisemito seorang buta huruf, putra Ibu Markanah di desa Janggalan dengan nama kecil Rusdi. Ayahnya, Haji Sulaiman adalah kepala desa Janggalan. Pada usia 17 tahun, ia mengubah namanya menjadi Nitisemito. Pada usia tersebut, ia merantau ke Malang, Jawa Timur untuk bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Usaha ini berkembang sehingga ia mampu menjadi pengusaha konfeksi. Namun beberapa tahun kemudian usaha ini kandas karena terlilit hutang. Nitisemito pulang kampung dan memulai usahanya membuat minyak kelapa, berdagang kerbau namun gagal. Ia kemudian bekerja menjadi kusir dokar sambil berdagang tembakau. Saat itulah dia berkenalan dengan Mbok Nasilah, pedagang rokok klobot di Kudus.
Mbok Nasilah, yang juga dianggap sebagai penemu pertama rokok kretek, menemukan rokok kretek untuk menggantikan kebiasaan nginang pada sekitar tahun 1870. Di warungnya, yang kini menjadi toko kain Fahrida di Jalan Sunan Kudus, Mbok nasilah menyuguhkan rokok temuannya untuk para kusir yang sering mengunjungi warungnya. Kebiasaan nginang yang sering dilakukan para kusir mengakibatkan kotornya warung Mbok Nasilah, sehingga dengan menyuguhkan rokok, ia berusaha agar warungnya tidak kotor. Pada awalnya ia mencoba meracik rokok. Salah satunya dengan menambahkan cengkeh ke tembakau. Campuran ini kemudian dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Rokok ini disukai oleh para kusir dokar dan pedagang keliling. Salah satu penggemarnya adalah Nitisemito yang saat itu menjadi kusir.
Nitisemito lantas menikahi Nasilah dan mengembangkan usaha rokok kreteknya menjadi mata dagangan utama. Usaha ini maju pesat. Nitisemito memberi label rokoknya "Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo" (Rokok Cap Kodok makan Ular). Nama ini tidak membawa hoki malah menjadi bahan tertawaan. Nitisemito lalu mengganti dengan Tjap Bulatan Tiga. Lantaran gambar bulatan dalam kemasan mirip bola, merek ini kerap disebut Bal Tiga. Julukan ini akhirnya menjadi merek resmi dengan tambahan Nitisemito (Tjap Bal Tiga H.M. Nitisemito).
Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus. Setelah 10 tahun beroperasi, Nitisemito mampu membangun pabrik besar diatas lahan 6 hektar di Desa jati. Ketika itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil (gurem). Di antara pabrik besar itu adalah milik M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe), H.M Muslich (merek Delima), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis & Manggis).
Sejarah mencatat Nitisemito mampu mengomandani 10.000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari 1938. Kemudian untuk mengembangkan usahanya, ia menyewa tenaga pembukuan asal Belanda. Pasaran produknya cukup luas, mencakup kota-kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan bahkan ke Negeri Belanda sendiri. Ia kreatif memasarkan produknya, misalnya dengan menyewa pesawat terbang Fokker seharga 200 gulden saat itu untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta.
Tetapi karena semakinnya banyaknya pesaing yang dating seperti djarum dan lain-lain, perusahaan rokok milik Nitisemito mulai bangkrut dan kehabisan modal.

PERKEMBANGAN PRODUKSI ROKOK KRETEK SAMPAI SEKARANG
Kretek juga merambah Jawa Barat. Di daerah ini pasaran rokok kretek dirintis dengan keberadaan rokok kawung, yakni kretek dengan pembungkus daun aren. Pertama muncul di Bandung pada tahun 1905, lalu menular ke Garut dan Tasikmalaya. Rokok jenis ini meredup ketika kretek Kudus menyusup melalui Majalengka pada 1930-an, meski sempat muncul pabrik rokok kawung di Ciledug Wetan
Sedangkan di Jawa Timur, industri rokok dimulai dari rumah tangga pada tahun 1913 yang dikenal dengan Dji Sam Soe. Tonggak perkembangan kretek dimulai ketika pabrik-pabrik besar menggunakan mesin pelinting. Tercatat PT Bentoel di Malang yang berdiri pada tahun 1930 yang kedua memakai mesin pada tahun 1965 (setelah Dji Sam Soe; 1960), mampu menghasilkan 6000 batang rokok per menit. PT Gudang Garam, Kediri dan PT HM Sampoerna tidak mau ketinggalan, begitu juga dengan PT Djarum, Djamboe Bol, Nojorono dan Sukun di Kudus.
Kini terdapat empat kota penting yang menggeliatkan industri kretek di Indonesia; Kudus, Kediri, Surabaya dan Malang. Industri rokok di kota ini baik kelas kakap maupun kelas gurem memiliki pangsa pasar masing-masing. Semua terutapa pabrik rokok besar telah mencatatkan sejarahnya sendiri. Begitu pula dengan Haji Djamari, sang penemu kretek. Namun riwayat penemu kretek ini masih belum jelas. Dan kisahnya hidupnya hanya dekrtahui di kalangan pekerja pabrik rokok di Kudus.
ZAT-ZAT KIMIA PADA ROKOK DAN DAMPAKNYA
  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.

Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.

Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.

Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.

Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.                  
CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :
- Gelisah, tangan gemetar (tremor)
- Cita rasa / selera makan berkurang
- Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya

ROKOK, PELAJAR, PENYEBAB, DAMPAKNYA, PENANGGULANGANNYA
 Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:           
1.                          Faktor orang tua dan keluarga
            Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencuntoh orangtuanya.

2.                          Temanku merokok           

Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).

3.                          Pribadiku

            Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor rendah (Atkinson, (1999).

4.                          Iklan Rokok
       
“Pria punya selera”, “Yang penting heppiii”, “Make up your mind”, dan “Buktikan merahmu”. Inilah beberapa dari banyak slogan pada iklan rokok yang tak jarang kita lihat hampir di setiap sudut kota. Slogan-slogan tersebut sudah barang tentu menyimpan pesan dengan tujuan mendongkrak penjualan dengan meningkatnya konsumsi rokok di masyarakat. Sebuah fakta yang kontra produktif dengan berbagai himbauan berhenti merokok bagi masyarakat maupun para pelajar di sekolah


Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu disebabkansiswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
Ø  Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa    krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)
Ø  Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali  timbul keinginan untuk merokok, Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri.
Ø  Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur.
Ø  Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.

Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
Ø  Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku.
Ø  Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan danbuanglah korek api.
Ø  Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada  rokok.
Ø  Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dan sebagainya.
Ø  Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahayamerokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, strokekeguguran, dan lain-lain.

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:                                                                 
Ø  Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang  menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.
Ø  Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti  berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.
Ø  Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman,maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bias mengatasi masalah yang ada.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok. Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.
Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.

ROKOK, REAKSI KIMIA, PEMBAKARAN, DAN DAMPAK PADA KESEHATAN OTAK DAN PARU-PARU
Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu (CvHwOtNySzSi). Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok.                                                     

            Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara. CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))  

            Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek. CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC)) reaksi pirolisa.
  
Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.


Sedikitnya ada tiga zat berbahaya dalam setiap hisapan asap rokok yang dihirup oleh perokok aktif maupun pasif, yaitu nikotin, tar, dan karbon monoksida. Nikotin merupakan zat adiktif yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan menimbulkan efek ketagihan atau ketergantungan dalam jangka waktu yang lama. Zat ini sangat berbahaya bagi organ tubuh, terutama pernapasan, yang berlanjut pada gangguan pada sistem peredaran darah karena memicu pembekuan, mengeraskan pembuluh arteri, serta penyempitan pembuluh darah. Nikotin juga merangsang zat kimia di otak sehingga menyebabkan kecanduan dan merangsang kelenjar adrenalin menghasilkan hormon yang mengganggu kerja jantung. Akibat paling buruk yang merugikan pelajar adalah kerusak jaringan otak yang ditimbulkan Nikotin.
Tar dalam rokok tidak kalah jeleknya dalam menimbulkan kerusakan. Tar dapat mematikan sel-sel pada alveolus dan saluran pernapasan, serta meningkatkan produksi lendir pada paru-paru.  Zat ini juga merupakan bahan karsinogenik (bahan perangsang tumbuhnya kanker) dan dapat mengakibatkan berhentinya gerakan rambut getar di saluran pernapasan sehingga zat berbahaya lainnya dapat masuk ke saluran pernapasan. Sementara itu, zat ketiga yang masuk paru-paru dalam setiap hisapan asap rokok adalah karbon monoksida (CO).  Zat ini akan menghambat hemoglobin dalam mengikat oksigen (O2), akibatnya suplai oksigen ke jaringan tubuh, organ dan otak akan terganggu. Lebih buruk lagi, zat karbon monoksida ini akan menempati sebagian porsi oksigen dan menggantikannya dalam darah yang merupakan racun bagi tubuh maupun otak. Dan pada tingkat tertentu, kandungan karbon monoksidadalam darah dapat menyebabkan kematian. Jelaslah bahwa Nikotin, Tar, dan CO, ketiganya berdampak buruk pada otak, dan pada gilirannya dapat menghambat upaya memperoleh prestasi tinggi.

Zat-zat berbahaya lain yang terkandung dalam rokok adalah arsenik, zat air belerang, senyawa-senyawa asam, zinc (seng), dan karbon dioksida.
.


                  Merokok dapat mengakibatkan berubahnya fungsi dan struktur jaringan paru-paru dan saluran pernapasan. Merokok dapat meningkatkan jumlah sel yang mengalami peradangan dan kerusakan alveoli pada jaringan paru-paru. Merokok dapat menyebabkan peradangan ringan hingga terjadinya penyempitan pada saluran pernapasan kecil sebagai akibat dari meningkatnya jumlah sel dan penumpukan lendir. Dengan adanya perubahan struktur paru-paru, fungsi paru-paru pada perokok dapat berubah. Berubahnya struktur paru-paru merupakan penyebab POPM (Penyakit Obstruksi Paru-paru Menahun), seperti asma, bronkitis kronis dan pembengkakan (emfisema) pada paru-paru. Bahaya lain dari merokok adalah dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru. Kandungan partikel karsinogenik yang terdapat dalam rokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru. Perokok lebih berisiko terkena penyakit kanker paru-paru 10 hingga 30 kali lipat 


Rokok, Zatnya, Dokter, dan Uang

Sebenarnya rokok bukan hanya keuntungan bagi pabriknya dan pemerintah kita, tetapi juga para dokter dan rumah sakit,
 Karena saat seorang perokok sudah mengidap penyakit seperti darah tinggi, kanker paru-paru, dan lain-lain, mereka akan mengobati diri mereka pada dokter/rumah sakit. Ini adalah sebuah keuntungan yang sangat besar, karena sangat banyak zat-zat berbahaya pada rokok seperti Nikotin, Tar, Sianida, Benzene, Cadmium, Metanol, Asetilena, Amonia, Formaldehida, Hidrogen sianida, Arsenik, dan  Karbon monoksida, semua zat-zat ini adalah bagian dari racun yang memberikan dampak yang sangat fatal bagi keadaan dan kondisi tubuh penggunanya. Para perokok yang sudah terkena penyakit karena rokok akan terpaksa untuk mengobati dirinya, sedangkan biaya pengobatan untuk perokok sangat mahal, seperti contohnya: harus melakukan rawat inap yang perharinya mengeluarkan biaya sebesar 8-9 juta, dan juga untuk pengambilan 5-6 paket kemoterapi yang biayanya bias lebih dari 50 juta. Hal ini sangat mengutungkan pihak rumah sakit.
 

0 komentar: